<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Dunia Baru Seorang Dream-Catcher</title>
	<link>http://hikari.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Dec 2005 13:43:24 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Aku Adalah&#8230;</title>
		<description>	Aku adalah matahari. Ya, matahari yang selalu bersinar separuh hari. Aku datang dengan perlahan-lahan., membangunkan bumi yang sedang terlelap, untuk segera memulai aktivitasnya. Aku tak perduli, walau manusia tetap tertidur, atau mencaci-maki dengan sejuta kata tak bermakna. 
	Aku memang angkuh, karena aku tak dilahirkan untuk berperasaan. Aku punya tugas yang ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/12/21/aku-adalah-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Aku Adalah&#8230;</title>
		<description>	Aku adalah matahari. Ya, matahari yang selalu bersinar separuh hari. Aku datang dengan perlahan-lahan., membangunkan bumi yang sedang terlelap, untuk segera memulai aktivitasnya. Aku tak perduli, walau manusia tetap tertidur, atau mencaci-maki dengan sejuta kata tak bermakna. 
	Aku memang angkuh, karena aku tak dilahirkan untuk berperasaan. Aku punya tugas yang ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/12/21/aku-adalah/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Ketika Aku Memanggilnya Cinta</title>
		<description>	Cinta. Begitu cara aku memanggilnya. Ia selalu tersenyum bila aku memanggilnya 
	begitu. Tak pernah ada rasa marah yang pernah terlihat dalam paras wajahnya, walau 
	aku tahu bukan itu namanya.
	Entah harus bagaiamana aku melukiskan wajah cantik itu. Bukan, bukan cantik 
	secara fisik yang aku maksud, tapi lebih dari itu. Cantik hatinya, ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/12/15/ketika-aku-memanggilnya-cinta/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Perjalanan Sehelai Daun</title>
		<description>	Matahari baru saja bangun dari peraduannya. Kuncup-kuncup daun kecil terlindung oleh tetes-tetes embun. Kepekatan dan dinginnya udara menambah sejuk pagi itu. 
	Waktu mengetuk kuncup-kuncup kecil itu. Dan kini ia mulai tumbuh, tumbuh besar..menjadi daun sejati. Hijaunya menyilaukan mata, segarnya mengundang siapa saja untuk melihatnya.
	Ya, aku adalah daun hijau dari sebuah ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/10/04/perjalanan-sehelai-daun/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Saturday Nite</title>
		<description>	Stars were shining beside the moon. Beneath the sky, a couple was sitting in Fon&#8217;s boulevard. They were looking for the sky. The boy, which called Atro, was wearing a blue T-Shirt and pants. His white skin,dark brown hair, a sharp well-formed nose, well built, showed that he has some ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/10/04/saturday-nite/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Pilihan Terakhir</title>
		<description>	”Sial..!!” keluh Clea sambil emnghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Di dalam kamarnya yang dicat biru langit, terbayang lagi olehnya wajah tampan Fay yang merah padahm karena cemburu. Ya, sore itu ia melihat Clea sedang bersama Pey, berdua saja di kafetaria dengan diselingi canda mesra antara keduanya.
	”Clea&#8230;!!” terngiang kembali teriakan Fay ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/06/25/pilihan-terakhir/</link>
	</item>
	<item>
		<title></title>
		<description>
 </description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/06/15/antara-ada-dan-tiada/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Pelangi</title>
		<description>	Seminggu yang lalu&#8230;
	Di suatu kafe, sore-sore saat hujan rintik-rintik mengguyur bumi. Di sudut kafe, tampak dua orang perempuan sedang berbincang-bincang.
&#8220;Ra, aku kemaren ketemu Arvin! Dia lagi gandengan ma cewek gitu! Kayanya aku pernah liat deh tu cewe..tapi sapa ya?&#8221; cerocos Anya tiada henti.
Dara dengan santainya mengaduk milk shake mocca-nya dan ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/06/09/pelangi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Harapan di Suatu Pagi</title>
		<description>	Ini adalah salah satu bentuk cerpenku yang tertunda.  Mungkin bukan yang terbaik, tapi moga-moga bisa jadi pemicu untuk terus membuat cerpen baru yang lebih bagus dan lebih bermakna.
	Harapan di Suatu Pagi
	Resha hanya terdiam, terlihat dari raut wajahnya ada sesuatu yang mengganggu. “Apa yang membuat seorang putri membiarkan kecantikannya menjauh ...</description>
		<link>http://hikari.blogsome.com/2005/06/07/harapan-di-suatu-pagi/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
